Pembangunan Monumen Nasional dimulai pada 1961 atas gagasan Presiden Soekarno, yang menginginkan sebuah tugu peringatan sebagai penanda semangat perjuangan bangsa. Rancangannya dipilih melalui sayembara terbuka.
Arsitektur dan makna bentuk
Bentuk tugu melambangkan lingga dan yoni, dua unsur yang dalam budaya Nusantara kuno melambangkan keharmonisan. Badan tugu yang menjulang berdiri di atas pelataran berbentuk cawan yang melebar.
Lidah api di puncak
Bagian puncak berupa lidah api dari perunggu seberat sekitar 14,5 ton yang dilapisi lembaran emas. Lapisan emas ini melambangkan semangat perjuangan yang tidak pernah padam.
Koleksi diorama di Museum Sejarah Nasional di bagian dasar tugu melengkapi kisah tersebut dengan gambaran perjalanan bangsa dari masa ke masa.