Langsung ke konten utama

Artikel Terbaru

Wisata Malam Monas Kembali Dibuka dengan Pertunjukan Video Mapping
Berita
28 Jul 2026

Wisata Malam Monas Kembali Dibuka dengan Pertunjukan Video Mapping

Kawasan Monumen Nasional kembali membuka kunjungan malam bagi masyarakat umum. Pertunjukan tata cahaya dan video mapping ditampilkan di badan tugu pada akhir pekan, menyorot perjalanan sejarah bangsa lewat proyeksi visual berdurasi sekitar lima belas menit.Pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan dari area pelataran tanpa biaya tambahan di luar tiket masuk kawasan. Pengelola menyarankan pengunjung datang lebih awal karena area pelataran cukup padat menjelang pertunjukan dimulai.Yang perlu disiapkanTiket masuk kawasan dibeli di loket Plaza SelatanPembayaran nontunai menggunakan JakCard Bank DKIKawasan tutup pada hari Senin untuk perawatan rutinInformasi jadwal terbaru dapat dilihat pada halaman Info Kunjungan di situs ini.

Panduan Lengkap Naik ke Pelataran Puncak Monas
Berita
15 Jul 2026

Panduan Lengkap Naik ke Pelataran Puncak Monas

Pelataran puncak berada pada ketinggian 115 meter dan dapat dicapai menggunakan lift dari ruang museum di bagian dasar tugu. Karena kapasitas lift terbatas, kunjungan ke puncak dibagi ke dalam beberapa sesi setiap harinya.Sistem sesi dan kuotaSetiap sesi memiliki kuota tersendiri. Ketersediaan kuota untuk hari berjalan dapat dipantau langsung melalui papan kuota di halaman depan situs ini, yang diperbarui secara berkala.Saran waktu kunjunganSesi pagi umumnya paling lengang, terutama pada hari kerjaAkhir pekan dan hari libur nasional jauh lebih padatDatang minimal tiga puluh menit sebelum sesi yang dipilihPengunjung yang membawa anak kecil atau lansia disarankan memilih sesi pagi agar antrean lebih pendek.

Mengenal 51 Diorama di Museum Sejarah Nasional
Sejarah
30 Jun 2026

Mengenal 51 Diorama di Museum Sejarah Nasional

Museum Sejarah Nasional terletak tiga meter di bawah permukaan tanah, tepat di bagian dasar tugu. Ruangan seluas kurang lebih 80 x 80 meter ini memuat 51 diorama yang menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia dari masa prasejarah hingga masa pembangunan.Alur kunjunganDiorama disusun berurutan searah jarum jam. Pengunjung dianjurkan mengikuti urutan tersebut agar rangkaian peristiwa terbaca utuh, dimulai dari kehidupan manusia purba di Nusantara hingga periode setelah kemerdekaan.Tips menikmati koleksiSediakan waktu sekitar satu jam untuk menyusuri seluruh dioramaSetiap diorama dilengkapi keterangan dalam dua bahasaGunakan fitur galeri imersif di situs ini untuk pratinjau sebelum datangPencahayaan di dalam ruang museum sengaja dibuat redup untuk menjaga kondisi koleksi, sehingga penggunaan lampu kilat tidak diperkenankan.

Ruang Terbuka Hijau Monas sebagai Paru-paru Jakarta Pusat
Berita
12 Jun 2026

Ruang Terbuka Hijau Monas sebagai Paru-paru Jakarta Pusat

Kawasan Monumen Nasional mencakup lahan terbuka seluas kurang lebih 80 hektare di jantung Jakarta Pusat. Selain menjadi tujuan wisata, kawasan ini berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang membantu menurunkan suhu udara di sekitarnya.Fasilitas bagi pengunjungJalur pedestrian mengelilingi kawasanArea rerumputan luas untuk beristirahatTaman dengan koleksi pepohonan peneduhDeretan patung dan monumen di beberapa titikKawasan banyak dimanfaatkan warga untuk berolahraga pada pagi hari. Pengunjung diimbau turut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang tersedia dan tidak menginjak area tanaman yang sedang dalam pemeliharaan.

Sejarah Pembangunan Tugu Monumen Nasional
Sejarah
20 May 2026

Sejarah Pembangunan Tugu Monumen Nasional

Pembangunan Monumen Nasional dimulai pada 1961 atas gagasan Presiden Soekarno, yang menginginkan sebuah tugu peringatan sebagai penanda semangat perjuangan bangsa. Rancangannya dipilih melalui sayembara terbuka.Arsitektur dan makna bentukBentuk tugu melambangkan lingga dan yoni, dua unsur yang dalam budaya Nusantara kuno melambangkan keharmonisan. Badan tugu yang menjulang berdiri di atas pelataran berbentuk cawan yang melebar.Lidah api di puncakBagian puncak berupa lidah api dari perunggu seberat sekitar 14,5 ton yang dilapisi lembaran emas. Lapisan emas ini melambangkan semangat perjuangan yang tidak pernah padam.Koleksi diorama di Museum Sejarah Nasional di bagian dasar tugu melengkapi kisah tersebut dengan gambaran perjalanan bangsa dari masa ke masa.

Aksesibilitas
Teks Besar
100%
Penyesuaian Konten
Mode Tampilan
Alat Bantu